Kumpulan Pantun Cinta Rayuan Gombal Terbaru

Kumpulan Contoh Pantun Cinta Rayuan Terbaru - Ada banyak cara yang bisa kita lakukan buat ungkapin perasaan cinta kepada orang yang kita sayangi, beberapa diantaranya bisa berupa puisi romantis dan pantun romantis. Kamu mungkin jarang melihat orang yang nembak gebetannya dengan pantun, alasannya tidak lain adalah karena ketidaktahuan mereka dalam merangkai kata-kata yang puitis dan penuh cinta.

Contoh Pantun Cinta Paling Romantis Berupa Kata Indah - www.NetterKu.com : Menulis di Internet untuk saling berbagi Ilmu Pengetahuan!
Origina Images by : NetterKu.com

Untuk itu saya perlu membantu kamu memberikan inspirasi dan gagasan agar pikiran kamu terbuka dan bisa mendapatkan gebetan dengan mudah menggunakan pantun yang akan saya share ini. Saya jamin pacar kamu bakalan klepek-klepek dengarinnya. Oke, berikut ini adalah pantun cinta rayuan terbaru yang bisa membuat siapa saja jatuh hati.

Koleksi Pantun Cinta Rayuan Gombal Maut


Wahai seruling buluh perindu 
Suaranya memikatku, 
Wahai gadis pujaanku 
Aku sangat cinta kamu

        Sungguh malang hidupmu bunga 
        Jangan layu sebelum berkembang 
        Tentulah diri akan merana 
        Bila ditinggal orang tersayang.

              Jika aku seorang pemburu 
              Anak rusa kan kudapati 
              Jika dinda merasa cemburu 
              Tanda cinta masih sejati.

                      Lonceng takkan merdu bila tak dibunyikan 
                      Kue takkan sedap bila tak dinikmati 
                      Kasih takkan indah bila tak dirasakan 
                      Cinta takkan abadi bila tak saling menyayangi.

                              Bangun pagi olahraga 
                              Ketemu burung nagkring di dahan 
                              Belum lagi aku bicara 
                              Kamu langsung kirim salam.

Sayang selasih tidak berbunga 
Engganlah kumbang menyapa 
Sayang kekasih tidak setia 
Badan merana kini jadinya.

      Berjuta-juta pohon kangkung 
      Hanya satu pohon beringin 
      Begitu banyak gadis sekampung 
      Hanya kamu yang aku ingin.

            Ular kobra dari India 
            Binatang kanguru dari Australia 
            Pacar saya cuma dia 
            Pantang selingkuh dan mendua.

                  Meski hanya buah Jambu 
                  Tapi ini bias diramu 
                  Meskipun jarang ketemu 
                  Cintaku hanya untukmu.

                         Kembang gula di perigi 
                         Untuk aku minum jamu 
                         Kemanapun kamu pergi 
                         Aku selalu rindu kamu.

                                  Di sana gunung, di sini gunung 
                                  Di tengah-tengah gunung berapi 
                                  Ke sana bingung, ke sini bingung 
                                  Itulah namanya jatuh hati.

                                         Kucing kurus mandi di papan 
                                         Papannya si kayu jati 
                                         Aku kurus bukan karena kurang makan 
                                         Tetapi mikirin si jantung hati.

                                                  Anak bangsawan menjahit bibir 
                                                  Sulam ditepi siku keluang 
                                                  Benci si dia cuma di bibir 
                                                  Dalam hati membara sayang.

Di hutan banyak lebah madu 
Rasanya manis disuka pemburu 
Sungguh kamu adalah cintaku 
Dan aku amat sayang padamu.

         Dari mana punai melayang? 
         Dari paya turun ke padi 
         Dari mana datangnya sayang? 
         Dari mata turun ke hati.

                   Kelap kelip di tengah malam 
                   Kulihat bintang sangat menawan 
                   Biar cinta banyak rintangan 
                   Kujaga cinta dengan kesetiaan.

                                Panah cinta telah menancap 
                                Kedua hatipun menyatu 
                                Asmara semakin mendekap 
                                Tentu cinta takkan berlalu.

                                          Benerin genteng naik ke atep 
                                          Pergi bergadang bersama-sama 
                                          Sebenarnya kamu cakep 
                                          Tapi sayang ada yang punya.

                                                     Buah mengkudu dari betawi 
                                                     Dibuat jamu obati luka 
                                                     Rasanya rinduku terasa terobati 
                                                     Lihat fotomu dimana-mana.

Kelap-kelip bintang seribu 
Indah menawan pada tengah malam 
Sungguh aku sedang merindu 
Rindu dihati yang terdalam.

        Beribu-ribu pohon beringin 
        hanya satu si pohon randu 
        saat malam terasa dingin 
        hanya wajahmu yang aku rindu

                       Nasi uduk masih anget 
                       Beli nye di pinggir jalan 
                       Yang lagi duduk manis banget 
                       Boleh gak kite kenalan

                                       Raja mesir naik unta 
                                       Belajar ngaji ke ustad komar 
                                       Jika naksir cepat diminta 
                                       Bulan Haji segera di lamar

                                                       Burung terbang di angkasa 
                                                       sesekali hnggap di pohon cemara 
                                                       hati ini terasa kecewa 
                                                       bila di tinggal orang tercinta

Mangga dipetik berwarna merah 
sayang disayang tinggallah satu 
wahai abang berbaju merah 
sudah lupakah di kau padaku?

                    Jika kamu di kejar hiu 
                    berenanglah sampai ke hulu 
                    kalau kamu cinta padaku 
                    bawalah aku ke penghulu

                                       Buah salak baru dipetik 
                                       buah dukuh buah delima 
                                       ada banyak wanita cantik 
                                       cuma kamu yg aku cinta

                                                        Dinda cantik tinggi semampai 
                                                        Dada bidang rambut mengurai 
                                                        Putih melepak lembut gemulai 
                                                        Kakanda melihat rasa terkulai

Walau banyak bunga di taman 
Bunga mawar masih dikenang 
Walau banyak kupunya teman 
Dalam hatiku dinda seorang

        Pohon selasih tumbuh melata 
        Tumbuh perdu jauh di sana 
        Sepasang kasih mabuk bercinta 
        Siang merindu malam merana

                  Tinggi-tinggi burung merbuk 
                  Terbang melayang ke tanah rata 
                  Hati teringat mulut menyebut 
                  Wajah terbayang di depan mata

                               Hujan basah habis pun basah 
                               Duduk sendiri tidak mengapa 
                               Sudah lama kita berpisah 
                               Baru kini kita berjumpa

                                         Di celah batu bunga terselit 
                                         Lembut debu bunga seroja 
                                         Kasih tuan kasih di kulit 
                                         Tanam tebu di bibir saja

                                                  Rumah di kota amatlah bersih 
                                                  Tempat bermain si orang kaya 
                                                  Berpantang mata berasa kasih 
                                                  Jumpa yang lain lupakan saya

                                                           Pokok selasih pokok bayam 
                                                           Dalam kepuk buah berangan 
                                                           Seorang kasih seorang sayang 
                                                           Tidak bertepuk sebelah tangan

Rumput kuberantas habis rata 
Burung serindik mematuk betik 
Beribu melintas di depan mata 
Hanyalah adik yang paling cantik

       Ga punya pendirian, 
       bikin jemu 
       Ga mau sendirian, 
       maunya bobo sama kamu.

             Potong kuku, 
             pendek-pendek 
             Hatiku beku, 
             si abang mendadak ngondek.

                  Malam Jumat, 
                  setan pada bertamu 
                  Rinduku kumat, 
                  siang tadi ga bertemu.

                          Tunda lapar, 
                          makan indomi. 
                          Hati menggelepar, 
                          cintapun bersemi.

                                   Aku itu sulit dalam menghafal, 
                                   soalnya aku males baca buku. 
                                   Kau bagaikan sebuah kapal, 
                                   yang berlabuh di hatiku.

                                          Orang itu bukanlah hantu, 
                                          tapi orang itu adalah tamu. 
                                          Aku ingin menjadi kunci pintu, 
                                          supaya aku dapat membuka pintu hatimu.

                                                    Lihat Messi mencetak gol, 
                                                    tiba-tiba datang seorang tamu. 
                                                    Aku ingin menjadi borgol, 
                                                    supaya dapat memborgol cintamu.

Kau bagaikan sebuah jari-jari, 
yang memegang erat sebuah paku. 
Kau sama seperti pencuri, 
yang telah mencuri hatiku.

           Cet tembok, 
           engga rata. 
           Hati neng di gembok, 
           buat abang berkacamata.

                             Ke Pondok Indah, 
                             liat mobil balapan. 
                             Di follow udah, 
                             jadian kapan?

                                              Ada odong-odong, 
                                              nabrak tukang jamu. 
                                              Mau dong, 
                                              ditembak kamu.

                                                           Miara kebo, 
                                                           di depan gerbang. 
                                                           Ga bisa bobo, 
                                                           kalau belum denger suara abang.

Dipukulin sapu, 
gara-gara nyolong. 
Gapapa deh sepupu, 
yang penting kinclong.

Kulit memerah, 
ditempel Salonpas. 
Yang baju merah 
jangan sampai lepas.

Turun bero, 
gara-gara kayang. 
Ga mau di panggil bro, 
maunya ayang.

Beli kaldu, 
kotak-kotak. 
Aku rindu, 
sama abang botak.

        Ku ajak pergi ke pantai kau tidak mau, 
        soalnya aku ingin berdua denganmu. 
        Saat ini yang perlu kau tau, 
        ku tak bisa hidup tanpa dirimu.

                Punya istri cuma satu, 
                dia malah seorang penjual jamu. 
                Aku ingin ungkapkan sesuatu, 
                yaitu aku ingin mendapatkan cinta yang tulus darimu.

                               Hobiku itu menyelam, 
                               ketika menyelam pasti aku mengajak teman minimal satu. 
                               Aku ingin sekali kamu tenggelam, 
                               tenggelam di dalam hatiku.

                                            Suara serak, 
                                            gara-gara nelen peniti. 
                                            Walau terpisah jarak, 
                                            cintaku tak akan mati.

                                                        Kembang kol, 
                                                        daun perdu. 
                                                        Kamu miskol, 
                                                        hatiku bergolak rindu.

                                                                   Ada brondong, 
                                                                   kakinya mulus. 
                                                                   Abang gondrong, 
                                                                   mau dong dielus.

Ada ilmuwan, 
pake baju merah. 
Kalau ga jadi ketemuan, 
jangan marah.

      Pacaran di tempat sepi, 
      kepalanya ketimpa kedondong. 
      Jangan cuma cium pipi, 
      bibir juga dong.

Air itu suka diobaok-obok, 
habis diobok-obok terus diminumkan ke sapi. 
Habis mandi langsung bobok, 
supaya bisa cepet ketemu kamu di dalam mimpi.

               Bunga itu bunga mawar, 
               sering ditaruh sebagai hiasan saku. 
               Aku ingin menjadi trotoar, 
               supaya kau dapat berjalan dengan mudah ke hatiku.

                              Kau bagaikan sebuah jalan, 
                              yaitu sebuah jalan yang berliku-liku. 
                              Bagiku kau adalah rembulan, 
                              yang bersinar terang menyinari hidupku.

                                            Bagiku kau itu setangkai kembang, 
                                            kembang yang tak akan pernah jemu. 
                                            Aku ingin menjadi kumbang, 
                                            supaya bisa sering hinggap di pelukmu.

                                                          Buat ke Pensi, 
                                                          beli baju di Tebet. 
                                                          Jangan kegedean gengsi, 
                                                          ni abang udah ngebet.

Barang itu adalah barang yang antik, 
tadi penjual barang antik tersebut datang kesini bertamu. 
Berjuta-juta wanita yang cantik, 
tiada wanita cantik selain dirimu.

            Ada wanita yang rambutnya sebahu, 
            ternyata dia seorang penjual jamu. 
            Hari ini kau harus tahu, 
            aku tak bisa hidup tanpa cintamu.

Jalan-jalan pakai motor matik, 
sambil bawa bekal telur dadar. 
Kau hari ini tampak begitu cantik, 
sampai melebihi Jesika Iskandar.

                     Beli layang-layang, 
                     tokonya udah pindah. 
                     Senyum di wajahmu sayang, 
                     adalah yang terindah.

Manusia dibagi menjadi dua jenis, 
serta ada yang muda dan ada yang tua. 
Kau hari ini tambak begitu manis, 
sampai-sampai melebihi manisnya Gita Gutawa.

        Ibu-ibu sukanya ngebatik, 
        kalau bapak-bapak sukanya rebana. 
        kau wanita yang paling cantik, 
        yang dapat membuatku terpana.

                    Menjadi tamu di hari raya 
                    Penganan sura rasanya tawar 
                    Hendak bertemu apakah daya 
                    Hanya suara menjadi penawar

                                 Anak itik mulailah terbang 
                                 Ambilkan dedak berilah makan 
                                 Janganlah adik merasa bimbang 
                                 Segala kehendak abang tunaikan

                                            Membawa peti dari malaka 
                                            Berisi pakaian si anak raja 
                                            Kalau hati sudah merasa suka 
                                            Semua keadaan indah di mata

                                                     Ikan batu di atas bara 
                                                     Pohon selasih di tepi kota 
                                                     Pikiran buntu badan sengsara 
                                                     Bila kekasih jauh di mata

                                                           Ada budak membuang dedak 
                                                           Penuh setimba di celah batu 
                                                           Berdua tidak, bertiga pun tidak 
                                                           Kekasih hamba hanyalah satu

Mata genit beradu pandang 
senyum adik menggoda abang 
ayolah dik kita melayang 
menuju negri jauh di sebrang

       Ada harta tidak terjaga 
       Ada peti tidak terkunci 
       Bahana cinta anak remaja 
       Sekejap kasih sekejap benci

              Anak ayam belajar berenang 
              Anak itik di paya bakau 
              Mulut menyebut hati terkenang 
              Rindukan adik jauh di rantau

                       Anak bangsawan menjahit tabir 
                       Sulam di tepi siku keluang 
                       Benci tuan cuma di bibir 
                       Dalam hati membara sayang

                               Menaiki kereta merknya honda 
                               Pergi selayang kerumah hanapi 
                               Bila cinta mekar di dada 
                               Siang terkenang malam termimpi

                                         Bukan titik yang membuat tinta 
                                         tapi tinta yang membuat titik. 
                                         bukan cantik yang membuat cinta, 
                                         tapi cinta yang membuat cantik.

                                                   dua tiga bunga melati 
                                                   bunga melati enak dilihat 
                                                   mari kita bersama lagi 
                                                   agar kelak kita slamat

                                                          sungguh besar si pohon sagu 
                                                          namun tak ada yang brkayu 
                                                          jangan lah adik bimbang dan ragu 
                                                          karena cintaku hanya untuk mu

Pohon randu jatuh diempang 
Air mendidih dibuang ke jamban 
Salam rindu salam sayang 
Hati sedih menunggu jawaban

          Mulanya duka kini menjadi lara 
          Teman tiada hanyalah sendu 
          Bila rindu mulai membara 
          Itulah tanda cinta berpadu

Juragan pisau makan buah 
Buah kotor kena tinta, 
Jangan risau jangan gundah 
Karena derita bumbu cinta

               Paling cakep burung gelatik 
               Di atas awan terbang melayang 
               Emang banyak wanita cantik 
               Cuman ade yang abang sayang

                                  Pohon sagu jatoh di tebang 
                                  Pohon duku di bikin sarang 
                                  Jangan ragu jangan bimbang 
                                  Cinta ku hanya untuk mu seorang

                                                      Di pinggir kolam makan bubur 
                                                      Jangan lupa pakai keripik 
                                                      Dari semalem aye gak bisa tidur 
                                                      Selalu teringat wajah mu yg cantik

Beli kain warna nya merah 
Dari kediri pake nya batik 
Di godain jangan marah 
Salah sendiri punya wajah cantik

                 Padi manguniang masak di sawah. 
                 Mancik bamain di ateh bilah. 
                 Hiduik la paniang dek banyak mangalah. 
                 Karano adiak nan banyak tingkah.

                                  Malam minggu malam yang panjang 
                                  saling berkunjung jumpa kerabat 
                                  Yang ditunggu pun kini telah datang 
                                  walau hujan hati terasa hangat.

                                                       Disana gunung, disini gunung, 
                                                       Ditengah-tengah bunga melati 
                                                       Saya bingung kamu pun bingung 
                                                       Kenapa ada bunga melati

Bersambung ke bagian : Kumpulan Pantun Narsis Anak Indonesia

Itu adalah pantun yang bisa kamu jadikan sebagai bahan inspirasi untuk ungkapin perasaan kepada sang pujaan hati, buat yang berniat menambahkan pantun ini silahkan mencoretnya di komentar fb yang di bawah artikel. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada sahabat netter yang lain bisa melalui button Facebook, Twitter, Google+ yang ada di bawah artikel dengan menyantumkan link URL blog ini sebagai sumber. Tetap stand by di NetterKu.com dan sampai ketemu di lain waktu, Horasss!