Tipe Pembunuh yang Kerap Berkeliaran di Facebook

Tipe Pembunuh yang Kerap Berkeliaran di Facebook - Perkembangan dunia teknologi memang semakin maju, dan begitu juga dengan mereka yang berniat melakukan kejahatan di tengah perkembangan tersebut. Seperti halnya dengan penggunaan sosial media yang semakin marak di tengah-tengah masyarakat, dikabarkan dua peneliti dari Birmingham City University, Elizabeth Yardley dan David Wilson, belum lama ini mencoba untuk mengidentifikasi sejumlah kasus pembunuhan yang terkait dengan penggunaan Facebook.

Kamu Itu Suka atau Tidak Sih Sama Status Facebook Aku - www.NetterKu.com : Menulis di Internet untuk saling berbagi Ilmu Pengetahuan!
Sumber Gambar : Internet - Terselubung.in

Mereka berusaha menjalin koherensi bagaimana Facebook digunakan dalam kasus pembunuhan. Mereka menyebutnya dengan istilah "Facebook Murder". Seperti yang saya kutip dari situs liputan6.com, Yardley dan Wilson telah memeriksa sebanyak 1.000 laporan yang teridentifikasi ke dalam kategori kasus "Facebook Murder" di seluruh dunia. Laporan tersebut mereka kumpulkan dari berbagai media massa yang menyertakan pengakuan para pelaku.

Dan kesimpulan dari studi tersebut, ditemukan 6 jenis pembunuh yang berkeliaran di Facebook, atau dengan kata lain seorang pembunuh yang memanfaatkan sosial media Facebook. Mereka juga menemukan bahwa korban dari "Facebook Murder" kebanyakan adalah pengguna berusia muda, terutama kaum Hawa. Untuk itu, kenali 6 jenis Facebook Murder menurut hasil studi Elizabeth Yardley dan David Wilson yang ada di bawah ini.

::. 1. Pembunuh Jenis "Reactor".

Sesuai dengan namanya, jenis pembunuh di Facebook yang satu ini bereaksi dengan keras. Pada jenis ini pelaku pembunuhan umumnya bereaksi atau mudah terpancing dengan informasi-informasi yang ditampilkan di facebook. Mereka pun tak ragu untuk dengan cepat memutuskan menyerang calon korbannya di kehidupan nyata. Pembunuh jenis Reactor ini adalah yang paling banyak ditemukan dan prosentasenya mencapai 27% kasus.

Contoh pembunuh ini muncul pada tahun 2008. Seorang pelaku pembunuhan bernama Wayne Forrester di Croydon, membunuh istrinya usai membaca posting sang istri yang menyatakan mereka telah berpisah dan sangat ingin bertemu lelaki lain.

::. 2. Pembunuh Jenis "Informer".

Pembunuh jenis ini menggunakan facebook justru untuk menyampaikan rencana atau niat pembunuhan yang akan atau telah mereka lakukan. Prosentase pembunuh jenis ini mencapai 22,9% dari kasus-kasus yang diteliti.

Salah satu contoh pembunuh jenis informer terjadi pada 2013. Seorang pelaku asal Colorado bernama Merrick McKoy dieketahui menculik putrinya yang baru berusia dua tahun dari mantan istrinya. McKoy lantas memposting foto dan beberapa pesan di facebook, salah satunya, "Aku sudah bilang aku tak bisa hidup tanpamu. Lol (tertawa), kamu pikir aku bercanda." Lalu ia menembak mati putrinya dan memtuskan untuk bunuh diri.

::. 3. Pembunuh Jenis "Antagonist".

Pembunuh jenis ini dipicu oleh pertentangan dan perdebatan yang berujung maut di media sosial. Jenis pembunuh ini ditemukan sebanyak 16,7% dari seluruh kasus yang telah diteliti.

::. 4. Pembunuh Jenis "Fantasist".

Meski kasus pembunuh seperti ini jarang terjadi, namun menurut hasil studi Yardley dan Wilson merupakan yang paling berbahaya. Pembunuh jenis Fantasist kemungkinan mengalami gangguan kejiwaan yang mendorongnya untuk menjadikan facebook sebagai wadah fantasi kriminal mereka.

::. 5. Pembunuh Jenis "Predator".

Yang satu ini juga sangat berbahaya dan sulit dilacak. Pasalnya pembunuh jenis ini terkadang tidak membutuhkan motif dalam memilih korbannya. Mereka biasanya membuat profil palsu untuk menjaring korban-korbannya.

::. 6. Pembunuh Jenis "Imposter".

Persis sama dengan jenis Predator, pembunuh jenis juga menggunakan akun palsu untuk menjaring korban-korbannya. Hanya saja jenis Imposter akan memerankan pribadi orang lain, mereka akan bersandiwara memainkan akun tokoh tertentu yang biasanya sudah cukup dikenal banyak orang. Termasuk ada pula yang berperan sebagai calon korbannya.

Baca Juga : Cara Mencari Pacar Melalui Facebook

Dalam perkembangan teknologi saat ini, ada baiknya kita harus lebih berhati-hati dalam menggunakan media yang ada, karena itu bisa saja menjerumuskan kita ke hal yang tidak kita inginkan. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada sahabat netter yang lain bisa melalui button Facebook, Twitter, Google+ yang ada di bawah artikel dengan menyantumkan link URL blog ini sebagai sumber. Tetap stand by di Situs Berita NetterKu.com dan sampai ketemu di lain waktu, Horasss!

Subscribe to receive free email updates: