Hai Anak Kos, Masih Ada Beberapa Cara Untuk Hidup Saat Dompetmu Kosong

Hai Anak Kos, Masih Ada Beberapa Cara Untuk Hidup Saat Dompetmu Kosong - Menjelang tanggal-tanggal tua, biasanya suasana menjadi lebih gloomy daripada biasanya. Bukan karena mendung atau ada kejadian menyedihkan, melainkan melihat kenyataan bahwa gajian masih lama dan dompet sudah ditinggalkan uang-uang bergambar Soekarno-Hatta.

Tapi jangan miris dulu, guys. Jangan buru-buru makan nasi plus garam plus bon cabe dulu. Masih banyak cara untuk bisa hidup senang meskipun dompet sedang tiris-tirisnya. Bahkan selain untuk mengakali kehidupan di tanggal tua, cara-cara di bawah ini bisa kamu terapkan setiap harinya dalam rangka pengiritan. Nggak perlu jaim-jaiman, pelit pangkal kaya!

Sebagai anak kos, kamu harus baik-baik kepada tetangga. Terutama kepada Ibu Kosan. Siapa tahu nanti kamu dapat sarapan gratisan :)



Menjalin silaturahmi dan hubungan yang baik dengan orang sekitar itu wajib. Terutama bila kamu anak kos, yang jauh dari keluarga, merekalah orang yang pertama kali memberikan bantuan saat kamu mengalami kesulitan. Jadi selain mendekatkan diri kepada Tuhan, kamu juga harus mendekatkan diri kepada mereka. Terutama ibu kos. Jangan sungkan untuk mengajaknya ngobrol dan membantunya bila sedang diperlukan. Kalau ibu kosmu suka padamu, dia juga nggak akan sungkan-sungkan memberimu sayur dan lauk pauk. Kan lumayan, kamu tinggal masak nasi saja.

Sebaiknya kamu mulai mengampangkan skill memasakmu. Menu-menu sederhana bisa jadi istimewa kalau kamu jago mengolahnya




Makan enak tidak harus mahal ataupun yang penuh protein dari daging-dagingan. Untuk menghemat pengeluaran, memasak sendiri bisa jadi solusi. Kalau kamu kreatif, makanan sederhana dan murah bisa jadi menu luar biasa lho. Misalnya, daripada kamu masak mie goreng biasa, mie instan dan telor bisa kamu olah jadi omelet mie, yang bisa dijadikan lauk untuk dua kali makan. Lebih lezat sekaligus lebih hemat. Lumayan juga kan untuk meningkatkan kemampuan memasak? Jadi kelak ketika kamu sudah menemukan pasangan dan sudah nggak ngekos lagi, kamu nggak akan canggung kalau musti turun ke depur.

Siapkan baju batik, amplop kosong, dan mental sekuat baja. Saat musim kondangan tiba, beranikan diri untuk datang meski kamu nggak kenal kedua mempelainya




Inti dari kondangan adalah merayakan pernikahan seseorang dan mendoakan supaya mereka menjadi keluarga yang bahagia. Jadi seharusnya tidak ada salahnya kamu datang ke nikahan seseorang meski kamu nggak diundang. Masa iya mereka mau menolak didoakan? Hehe. Lumayan lho kamu dapat satu porsi makan. Untuk menempuh cari ini, setidaknya kamu harus punya satu stel baju kondangan dan amplop putih kecil. Tapi cara yang satu ini membutuhkan niat yang luar biasa serta mental yang sekuat baja. Jadi kalau kamu nggak punya keduanya, lebih baik jangan dicoba.

Ikut-ikut acara seminar yang menyediakan makan siang boleh juga dicoba. Selain kenyang, kamu juga menambah pengetahuan. Asyik ‘kan?




Bila kamu masih mahasiswa, atau tinggal di lingkungan akademisi, kamu bisa memanfaatkan berbagai event seminat yang menguntungkan. Terutama di kota-kota besar, banyak seminar yang bisa kamu datangi tanpa harus bayar. Asyiknya lagi, kebanyakan seminar ini menyediakan makan siang, atau setidaknya snack pengganjal perut. Selain makan gratis, banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari hal ini. Mulai dari menambah wawasan dengan materi seminar, juga bisa menambah kenalan. Tentu sayang sekali kalau kamu lewatkan.

Sering-sering main ke rumah teman yang bukan anak kosan. Akrabkan diri dengan keluarganya, dan nggak usah malu-malu kalau ditawari makan. Hehehe




Apa salahnya berkunjung ke rumah teman? Selain menambah keakraban, kamu juga bisa mengenal lebih baik keluarganya. Salah satu caranya adalah sering-sering main ke rumah teman yang bukan anak kosan. Kalau perlu, berlama-lama di sana. Dan jangan sungkan untuk ngobrol ataupun mengakrabkan diri dengan keluarganya. Kalau kamu bisa melewati tahap ‘pengakraban diri’ ini, biasanya si empunya rumah juga tidak segan-segan mengajakmu ke meja makan bila memang sudah waktunya. Ah, rezeki anak sholeh...

Nggak usah nonton di bioskop. Tempeli saja temanmu yang punya banyak koleksi film. Nonton sendiri di kamar, asyik ‘kan? Berasa teater pribadi, cuma layarnya kecil aja ;p




Sekali nonton bioskop nominal 40 ribu harus keluar dari dompetmu. Belum lagi kalau kamu butuh cemilan dan minuman ini dan itu. Jelas menghibur diri ke bioskop bukan solusi bijak saat memasuki tanggal-tanggal sekarat. Tapi tenang, meskipun uang menipis, kamu tetap bisa nonton film dengan gratis. Caranya adalah cari teman yang hobi nonton juga. Bisa dipastikan dia menyimpan puluhan film di laptopnya. Nah, kamu tinggal ngopi saja, lalu nonton sendiri di kosan. Biar seperti di bioskop, tutup pintu, dan matikan lampu. Seru kan? Berasa bioskop pribadi lho ;p

Bila nongkrong di kafe ternama itu mustahil, kamu bisa nongkrong di warung kopi. Dengan semangkuk indomie, kamu sudah bisa jadi anak gaul masa kini




Saat dompet sedang tiris-tirisnya, tapi kamu memaksa menerima ajakan untuk nongkrong di kafe mahal demi eksistensi diri, itu namanya bunuh diri. Kecuali ada yang bersedia ntraktir. Hehe. Untuk mempertahankan eksistensi dalam pergaulan nggak harus beredar di tempat-tempat mewah berbudget besar kok. Kamu bisa nongkrong di warung kopi. Ditemani dengan secangkir kopi dan semangkuk indomie, kamu bisa ngobrol ber-jam-jam. Angkringan pun bisa jadi solusi. Dengan harga nasi kucing yang dua ribuan, kopi yang dua ribuan juga, kamu sudah bisa bersosialisasi.

Sebaiknya kamu menjomblo aja. Soalnya biaya pacaran mahal juga. Lebih baik uangnya disimpan, buat modah pernikahan




Kalau dihitung-hitung, pacaran itu menghabiskan biaya. Bila sekali kencan kamu bisa habis 50-100 ribu, kalau seminggu kencan 4 kali, berapa coba biaya yang kamu habiskan? Kalau toh pacar mau membayari saat makan, tapi kan tengsin juga kalau dibayari terus-terusan. Jadi sementara finansialmu belum stabil benar, sebaiknya kamu tunda dulu rencana punya pacar. Lebih baik uangnya ditabung deh. Sambil jalan kamu memantapkan diri, sehingga kalau sudah siap melaju ke pelaminan, biaya nggak jadi masalah lagi.

Sebagai anak kosan, yang uangnya harus dipilah-pilah untuk bayar kosan, bayar listrik, beli kebutuhan sehari-hari, sampai untuk bersosialisasi, kamu memang harus jeli mengatur pengeluaran. Sekaligus juga punya seribu taktik untuk mengatasi problematika tanggal tua. Meski anti-mainstream dan butuh rasa percaya diri tingkat tinggi, nggak ada salahnyaa bukan mencoba cara-cara tadi? Yang penting halal.

Sekian dari admin cantik, maaf kalau tulisan ini masih copas dari tetangga sebelah, yang penting saling berbagi...